Multimedia pembelajaran revolusi industri era 4.0

Multimedia pembelajaran revolusi industri 

era 4.0

Arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economyartificial intelligence,big datarobotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi pun dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan dosen berkualitas bagi generasi masa depan.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjelaskan, berdasarkan evaluasi awal tentang kesiapan negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0 Indonesia diperkirakan sebagai negara dengan potensi tinggi. Meski masih di bawah Singapura, di tingkat Asia Tenggara posisi Indonesia cukup diperhitungkan. Sedangkan terkait denganglobal competitiveness index pada World Economic Forum 2017-2018, Indonesia menempati posisi ke-36, naik lima peringkat dari tahun sebelumnya posisi ke-41 dari 137 negara.
Perubahan dunia kini tengah memasuki era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri dunia keempat dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Segala hal menjadi tanpa batas (borderless) dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas (unlimited), karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin. Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi.
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan bahwa tantangan revolusi industri 4.0 harus direspon secara cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) agar mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan global. Hal ini diungkapkan Menteri Nasir dalam pembukaan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 2018 yang digelar di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Medan(17/1).
Menristekdikti di awal sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan Rakernas 2018 terasa istimewa karena 3 Menteri Kabinet Kerja turut menghadiri acara pembukaan yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimujono. Menristekdikti mengatakan pada Rakernas 2018 yang mengangkat tema “Ristek Dikti di Era Revolusi Industri 4.0” akan dibahas langkah-langkah strategis yang perlu dipersiapkan Kemenristekdikti dalam mengantisipasi perubahan dunia yang kini telah dikuasai perangkat digital.
“Kebijakan strategis perlu dirumuskan dalam berbagai aspek mulai dari kelembagaan, bidang studi, kurikulum, sumber daya, serta pengembangan cyber university, risbang hingga inovasi. Saya berharap dalam Rakernas ini dapat dihasilkan rekomendasi pengembangan iptek dikti dalam menghadapi revolusi industri 4.0. ,” ujar Menteri Nasir.
Menristekdikti menjelaskan ada lima elemen penting yang harus menjadi perhatian dan akan dilaksanakan oleh Kemenristekdikti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0, yaitu:
1. Persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy.
2. Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Cyber University, seperti sistem perkuliahan distance learning, sehingga mengurangi intensitas pertemuan dosen dan mahasiswa. Cyber University ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas.
3. Persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti serta perekayasa yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.
4. Terobosan dalam riset dan pengembangan yang mendukung Revolusi Industri 4.0 dan ekosistem riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset dan pengembangan di Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang, LPNK, Industri, dan Masyarakat.
5. Terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi.


Era digital ini menghadapkan guru dengan peserta didik yang memiliki banyak pengetahuan. Mereka ini, kata Asep, perlu diarahkan dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Ia mengumpamakan peserta didik dengan banyak pengetahuan itu adalah bahan mentah yang belum diolah. 
Guru adalah pembentuknya. Dengan demikian, guru harus mampu mengolah bahan mentah yang sudah bagus itu ke arah yang jauh lebih baik.
Diakui Asep, membentuk guru yang berkarakter cukup sulit. Ia membandingkan dengan guru-guru sebelum generasi Asep. 

Guru-guru pada masa itu telah menetapkan tujuan untuk menjadi guru sejak sekolah menengah. Kendati demikian, Asep meyakini, masih banyak calon guru yang memang mengabdikan hidup untuk mendidik. Itu sebabnya, UPI telah menyiapkan sejumlah rancangan agar mampu mencetak guru berkarakter.
Salah satu yang telah disiapkan UPI adalah perubahan kurikulum seturut kebutuhan dan perkembangan. Kurikulum ini memanfaatkan multimedia. Selain itu, guru akan dibekali kemampuan mengenal teknologi sehingga tidak ketinggalan dari para peserta didik. 
Ia berharap, keberadaan guru yang berkarakter itu akan menginspirasi para peserta didik untuk menjadi guru. 
Cita-cita yang dipupuk sejak dini itu nantinya akan melahirkan guru berkarakter dan mendedikasikan hidup untuk mendidik.      

Permasalahan:
1.menurut anda seberapa besar pengaruh multimedia pembelajaran revolusi era 4.0 untuk keberhasilan belajar siswa apabila menerapkan nya??
2.apakah ada kendala yang mungkin dihadapi jika menerapkan multimedia pembelajaran revolusi industri 4.0?
3.bagaimana pendapat anda tentang multimedia pembelajaran revolusi industri 4.0 apakah ada dampak negatif nya untuk pendidikan di indonesia?

Komentar

  1. Saya akan menjawab permasalahan no. 1Menurut saya sangat berpengaruh karena kan metode ini nanti akan ada matakuliah yang harus ditnggalkan dan ada yang memang harus di ambil jadi kan disini mahasiswa itu bisa lebih fokus kepada materi yang sesuai dengan jurusan dan peluang kerjanya

    BalasHapus
  2. Permasalahan terakhir, tentunya suatu hal itu punya banyam sisi. Pada dampak ada sisi yg baik ada pula sisi yg buruk. Apa buruk nya? Maka kita lihat, apakah para pengajar indonesia dapat memahami iptek dengan baik menghunakannya dengan baik? Jika bisa, maka kita tidak akan ketinggalan. Lalu apakah pelajar akan belajar dengan baik? Atau malah lebih banyak mainnya dari pada belejar nya? Dampak buruk ini sebenarnya sebuah tantangan. Dapat teratasi jika kita mampu lebih kreatif dan lebih cerdas daripada teknologi, maksudnya jangan mau di perbudak, karena semua serba mudah bukan berarti jadi semakin malas.

    BalasHapus
  3. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 2. Tentu ada kendala nya, dengan adanya revolusi industri 4.0 ini, akan membuat siswa semakin malas, contoh nya, malas menulis karna sudah ada aplikasi lain, malas mengetik karna sudah ada aplikasi yang tinggal foto dan langsung ada tulisan nya. Dan malas membaca karena ada aplikasi yang hanya mengharuskan kita untuk mendengar.

    BalasHapus
  4. Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 1
    Pengaruh multimedia pembelajaran revolusi industri era 4.0 ini memberikan pengaruh yang cukup baik untuk keberhasilan belajar siswa. Dimana Sistem pembelajaran yang semula berbasis pada tatap muka secara langsung di kelas, bukan tidak mungkin akan dapat digantikan dengan sistem pembelajaran yang terintegrasikan melalui jaringan internet (online learning). Adanya perubahan tersebut juga memiliki analisis risk-benefit, di mana keuntungan yang bisa didapatkan antara lain mahasiswa tetap bisa belajar dan tetap bisa mengakses materi pembelajaran tanpa harus hadir di kelas, hal ini pun menjadi keuntungan tersendiri bagi siswa yang mengalami kendala dalam hal jarak dan finansial.

    BalasHapus
  5. saya akan mencoba menjawab permasalahan yang ke 2, menurut saya tentu ada kendala dalam menerapkannya. misalnya kita belum terlalu menguasi dan memahami sistem-sistem yang ada dalam multimedia pembelajaran revolusi industri 4.0. jadi hal tersebut dapat membuat kita kesulitan dalam membuatnya.

    BalasHapus
  6. Menurut saya pasti ada dampak negatif dan positifnya karena menggunakan teknologi dan apabila siswa menyalah gunakannya dan pasti itu berdampak negatif

    BalasHapus
  7. Menurut saya pasti ada dampak negatif dan positifnya karena menggunakan teknologi dan apabila siswa menyalah gunakannya dan pasti itu berdampak negatif

    BalasHapus
  8. menurut saya kendala yang di hadapi adalah mudah merasa bosan karna semua nya serba instan

    BalasHapus
  9. Adanya perubahan tersebut juga memiliki analisis risk-benefit, di mana keuntungan yang bisa didapatkan antara lain mahasiswa tetap bisa belajar dan tetap bisa mengakses materi pembelajaran tanpa harus hadir di kelas

    BalasHapus
  10. Menurut saya sangat besar. Karna dalam pelaksanaannya banyak memakai teknllogi dan alat alat modern yang canggih yang memudahkan dalam belajar.

    BalasHapus
  11. Dampak Negatif
    1. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
    2. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu.
    3. Jika anak-anak terlalu banyak dihadapkan dengan layar computer akan mengurangi kesehatan, terutama pada mata, jika telah berhubungan dengan computer pasti mengetahui dan sering bermain dengan aneka permainan di komputer yang apabila lama-kelamaan akan terjadi kerusakan di sebagian otaknya, hal ini disebabkan pengaruh radiasi monitor komputer yang terserap ke otak melalui matanya. Atau seperti kejadian di Thailand di mana seorang gadis remaja gantung diri karena frustasi tidak dapat menyelesaikan permainan bomber man.
    4. Penyebab sikap malas karena kemudahan yang diberikan oleh teknologi. bersikap serba instan karena teknologi menyuguhkan hal yang serba instan dan otomatis yang berpengaruh denagn jiwa konsumeris kita dan menganggap teknologi adalah kebutuhan primer yang berpengaruh pada lifestyle.

    BalasHapus
  12. Menurut saya pasti ada dampak positif dan negatifnya apalagi kalau sianak menyalahgunakan multimedia ini. Jadi perlu pengawasan dari guru.

    BalasHapus
  13. Saya akan menjawab permasalahan Anda yang pertama. Jika pemgaruh multimedia revolusi ini berkembang pesat, akan membuat negara lebih berpikir maju menyaingi dunia luar.

    BalasHapus
  14. Pasti ada dampak buruk tetapi ini sebenarnya sebuah tantangan. Dapat teratasi jika kita mampu lebih kreatif dan lebih cerdas daripada teknologi, maksudnya jangan mau di perbudak, karena semua serba mudah bukan berarti jadi semakin malas.

    BalasHapus
  15. Menanggapi permasalahan pertama, menurut saya multimedia era 4.0 ini cukup berpengaruh pada keberhasilan belajar peserta didik karena memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, dimana sudah cukup banyak orang yang menggunakannya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

Teori Pemrosesan Informasi Berbantuan Media ( Menurut Gagne Dan Atkinson )

Multimedia pembelajaran kimia hasil pengembangan