Prinsip-prinsip media pembelajaran

Prinsip-prinsip dasar multimedia pembelajaran

Dalam mengembangkan lingkungan belajar digital, multimedia telah menawarkan kesempatan belajar yang lebih kaya dalam rangka memenuhi kebutuhan siswa. Namun, karena pikiran manusia terbatas dalam memproses sejumlah informasi dalam satu waktu (Miller, 1956), multimedia tentu memberikan tantangan yang unik, seperti bagaimana efektifitas dan efisien multimedia terintegrasi dengan materi yang disajikan kepada siswa oleh guru. Banyak peneliti telah berfokus pada multimedia salah satunya Mayer (2001) dalam  Cognitive Theory Multimedia Learning (CTML) dan load Cognitif theory(teori beban kognitif) dari Sweller (1999) untuk mengatasi keterbatasan memori manusia dan mempromosikan proses kognitif yang lebih tinggi agar pembelajaran lebih bermakna (Tabbers, Martens, & van MerriĆ«nboer, 2004).
CTML Mayer didasarkan pada tiga asumsi proses kognitif pembelajaran (Mayer, 2001) yaitu: (a) Asumsi dual coding  untuk visual dan auditory (Paivio, 1986; Sadoski & Paivio, 2001), (b) asumsi kapasitas terbatas (Baddely, 1986; Chandler & Sweller, 1991), dan (c) Asumsi pengolahan aktif untuk melaksanakan satu set proses koordinasi kognitif (Mayer, 2001). Mayer menggambarkan bagaimana multimedia membangun representasi mental dalam arsitektur kognitif pada pelajar (Tabbers, Martens, & van MerriĆ«nboer, 2004). Menurutnya  pembelajaran yang bermakna terjadi ketika seorang pelajar memilih informasi yang relevan, mengatur informasinya itu ke dalam representasi yang koheren, dan informasi itu terintegrasi dengan pengetahuan sebelumnya.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran.

12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :
1)        Prinsip Multimedia
       Prinsip multimedia berbunyi murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada dari kata-kata saja (Mayer, 2009:93). Yang dimaksudkan dengan kata-kata adalah teks tercetak di layar yang dibaca pengguna atau teks ternarasikan yang didengar pengguna melalui speaker atau headset. Yang dimaksudkan dengan gambar adalah ilustrasi statis seperti gambar, diagram, grafik, peta, foto, atau gambar dinamis seperti animasi dan video. Clark & Mayer (2011:70) menggunakan istilah penyajian multimedia untuk menyebut segala penyajian yang berisi kata-kata dan gambar.
Mayer (2009:93) beralasan bahwa saat kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara bersamaan, siswa punya kesempatan untuk mengkonstruksi model-model mental verbal dan piktorial dan membangun hubungan di antara keduanya. Sedangkan jika hanya kata-kata yang disajikan, maka siswa hanya mempunyai kesempatan kecil untuk membangun model mental piktorial dan kecil pulalah kemungkinannya untuk membangun hubungan di antara model mental verbal dan piktorial.

2)        Prinsip Kesinambungan Spasial
       Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.

3)        Prinsip Kesinambungan Waktu
       Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.

4)        Prinsip Koherensi
       Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.

5)        Prinsip Modalitas Belajar
       Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.

6)        Prinsip Redudansi
       Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).
       Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.

7)        Prinsip Personalisasi
       Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik  menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis,  oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.

8)        Prinsip Interaktivitas
       Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching).          Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.

9)        Prinsip Sinyal (cue, highlight, ..)
       Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.

10)    Prinsip Perbedaan Individu     
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.

11) Prinsip Praktek                                
       Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.

12) Pengandaian
       Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar.Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.

Kesimpulannya penggunaan multimedia(kombinasi antara teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar
   Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip ini, pengembang multimedia pembelajaran diharapkan mampu untuk mengembangkan multimedia pembelajaran yang lebih berterima ke penggunanya.

Permasalahan:
Proses belajar mengajar perlu dikembangkan dengan menejemen pengembangan media pembelajaran bagaimana cara pengembangan dengan menejemen pengembangan pembelajaran?

Komentar

  1. Assalamualaikum saundari heni. Saya akan mencoba menjawab permasalahan anda.

    Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Agar dapat dimanfaatkan dengan optimal maka media pembelajaran harus di manajemen sehingga media yang belum ada dapat diusahakan pengadaannya, media yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan dengan optimal, dan dipelihara serta dilakukan perawatan dan memiliki petugas khusus yang mengelola media sehingga jika sewaktu-waktu media tersebut dibutuhkan, media siap untuk digunakan sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran.
    Proses manajemen media pembelajaran meliputi:

    a. Pengadaan
    Sebekum mengadakan/mengembangkan media maka langkah yang pertama adalah mengidentifikasi kebutuhan peserta didik. Selanjutnya dari identifikasi yang dilaksanakan disusun urutan prioritas pengadaan media yang dibutuhkan mulai dari yang sangat mendesak untuk diadakan dan seterusnya. Pengadaan media juga harus disesuaikan dengan potensi yang dimiliki sekolah menyangkut pendanaan, selanjutnya dapat diusahakan dengan cara mengajukan permohonan bantuan pengadaan media dari pihak terkait dan institusi lain yag tidak mengikat. Jika media yang diperlukan tersebut dapat terbuat dari bahan-bahan yang sederhana dan terdapat di lingkungan sekolah serta dapat diusahakan sendiri maka guru dapat membuat sendiri media tersebut. Selanjutnya secara berkala selalu dilakukan pengontrolan untuk mengevaluasi apakah media yang ada sudah cukup atau masih perlu pengadaan.

    b. Pemanfaatan
    Pemanfaatan media oleh guru adalah dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan media oleh guru harus selalu dimulai dari perencaanaan dengan mengidentifikasi karakteristik media, karakteristik siswa dan karakteristik materi yang akan diajarkan. Selanjutnya dipilih media yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Keterampilan guru dalam menggunakan media sangatlah dibutuhkan. Perlu pula diantisipasi berbagai kemungkinan yang timbul saat menggunakan media dalam pembelajaran, sehingga andaipun terdapat gangguan, kegiatan pembelajaran tetap dapat dilaksanakan dengan tidak mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran.
    Setelah pembelajaran dilaksanakan perlu dievaluasi apakah pemilihan medianya sudah tepat dan apakah media tersebut efektif dan pemanfaatannya sudah benar dan apakah dengan menggunakan media tersebut pembelajaran menjadi lebih efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran dan seterusnya. Sekolah agar memfasilitasi agar guru dapat menggunakan media dengan baik dan benar, upaya yang dapat dilakukan sekolah antara lain dengan mengadakan pelatihan dan menyediak sumber bacaan yang berhubungan dengan media pembelajaran yang dimiliki sekolah.
    Dalam menggunakan media pembelajaran agar tujuan berhasil dengan baik ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan:
    1) menentukan jenis media yang tepat, sebaiknya guru memilih terlebih dahulu media manakah yang sesuai tujuan pembelajaran dan bahan pembelajaran yang akan diajarkan,
    2) Menetapkan atau memperhitungkan subjek, artinya apakah penggunaan media itu sudah sesuai dengan tingkat perkembangan atau tingkat kematangan peserta didik,
    3) menyajikan media dengan tepat artinya teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan, bahan, metode, sarana atau waktu dan sarana yang ada.,
    4) Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat.

    c. Pemeliharaan
    Media pembelajaran yang berupa peralatan perlu mendapatkan perwatan secara berkala untuk menjamin agar media tersebut siap digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan dan agar tahan lebih lama. Untuk itu diperlukan petugas yang bertanggung jawab atas perawatan media yang dimiliki sekolah. Guru mata pelajaran dapat ditunjuk untuk keperluan tersebut dengan demikian guru mata pelajaran akan bertanggung jawab terhadap media yang berhubungan dengan mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.

    BalasHapus
  2. Baiklh saya akan mencoba bantu menjawab permasalahan saudari heni, saya hampir sama dengan pendapat saudari yulisa, bahwa Pengembangan media sangat penting artinya untuk mengatasi kekurangan dan keterbatasan media yang ada. Disamping itu, media yang dikembangkan sendiri oleh guru dapat menghindari dari ketidaktepatan (mismatch) karena dirancang sesuai dengan kebutuhan, potensi sumber daya dan lingkungan masing-masing. Lebih dari itu juga dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan inovasi bagi para guru sehingga dihasilkan pendidik yang professional.Agar dapat dimanfaatkan dengan optimal maka media pembelajaran harus di manajemen sehingga media yang belum ada dapat diusahakan pengadaannya, media yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan dengan optimal, dan dipelihara serta dilakukan perawatan dan memiliki petugas khusus yang mengelola media sehingga jika sewaktu-waktu media tersebut dibutuhkan, media siap untuk digunakan sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran.
    Proses manajemen media pembelajaran meliputi:
    a. Pengadaan, Sebelum mengadakan/mengembangkan media maka langkah yang pertama adalah mengidentifikasi kebutuhan peserta didik.
    b. Pemanfaatan, Pemanfaatan media oleh guru harus selalu dimulai dari perencaanaan dengan mengidentifikasi karakteristik media, karakteristik siswa dan karakteristik materi yang akan diajarkan.
    c. Pemeliharaan, Media pembelajaran yang berupa peralatan perlu mendapatkan perwatan secara berkala untuk menjamin agar media tersebut siap digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan dan agar tahan lebih lama.

    BalasHapus
  3. baik lah saya mencoba membahas pembahasan anda , berdasarkan literatur roses belajar mengajar perlu direncanakan agar dalam pelaksanaannya pembelajaran berlangsung dengan baik dan dapat mencapai hasil yang diharapkan. Setiap perencanaan selalu berkenaan dengan pemikiran tentang apa yang akan dilakukan. Perencanaan program belajar mengajar memperkirakan mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada waktu melaksanakan pembelajaran.

    Untuk membuat perencanaan pembelajaran yang baik dan dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang ideal, setiap guru harus mengetahui unsur-unsur perencanaan pembelajaran yang baik. Menurut Hunt (1999:24) dalam Majid (2005:94), unsur-unsur perencanaan pembelajaran tersebut adalah mengidentifikasi kebutuhan siswa, tujuan yang hendak dicapai, berbagai strategi dan skenario yang relevan digunakan untuk mencapai tujuan, dan kriteria evaluasi.[1] Bersamaan dengan itu menurut Rosyada (2004:123), peran guru dalam mengembangkan strategi amat penting, karena aktivitas belajar siswa sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku guru di dalam kelas. Jika mereka antusias memperhatikan aktivitas dan kebutuhan-kebutuhan siswa, maka siswa tersebut pun akan mengembangkan aktivitas-aktivitas belajarnya dengan baik, antusias, giat, dan serius.[2]

    Berkaitan dengan ini Mulyasa (2004:80), mengemukakan pengembangan persiapan mengajar harus memperhatikan minat dan perhatian peserta didik terhadap materi yang dijadikan bahan kajian. Dalam hal ini peran guru bukan hanya sebagai transformator, tetapi harus berperan sebagai motivator yang dapat membangkitkan gairah belajar, serta mendorong siswa untuk belajar dengan menggunakan berbagai variasi media, dan sumber belajar yang sesuai serta menunjang pembentukan kompetensi. Berkenaan dengan hal ini tersebut. Mulyasa (2004:80), mengemukakan beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengembangkan persiapan mengajar, yaitu:[3]
    Media pembelajaran yang termasuk ke dalam tekhnologi multimedia adalah kamera digital, kamera video, player suara, player video, dll. Multimedia sering diartikan sebagai gabungan dari banyak media atau setidak-tidaknya terdiri lebih dari satu media. Multimedia dapat diartikan sebagai komouter yang dilengkapi dengan CD player, sound card, speaker dengan kemampuan memproses gambar gerak, audio, dan grafis dalam resolusi yang tinggi.
    Program multimedia secara umum dapat digolongkan dalam empat kategori, yaitu:

    Hiburan (entertaiment), yaitu seperti game dan film interaktif
    Pendidikan, yakni untuk keperluan pendidikan formal, nonformal, pengayaan, dan penyegaran.
    Refrensi, seperti ensiklopedia.
    Bisnis, antara lain company profile, program financial dan lain-lain.
    Tegnologi Telekomunikasi

    Yang termasuk media telekomunikasi adalah telepon seluler, dan faximile. Tegnologi komunikasi ini sekarang berkembang semakin pesat. Kini tidak hanya dalam bentuk telepon seluler dan faximile saja namun bermacam-macam, seperti Handphone, e-mail, facebook, twitter dan lain sebagainya. Namun seiring perkembangan yang semakin pesat, tegnologi komunikasi dituntuk agar mampu memberikan manfaat yang banyak terhadap dunia pendidikan.

    BalasHapus
  4. Disini peran guru diperlukan.Peran guru dalam proses embelajaran adalah sebagai pengelola pembelajaran. Dalam pelaksanaan peran tersebut diantaranya guru berfungsi sebagai penyampai informasi. Agar guru dapat melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik, maka guru harus memiliki kemampuan untuk berbicara serta berkomunikasi, menggunakan berbagai media seperti, OHP, LCD, papan tulis dan lain sebagainya.
    Peran guru dalam proses embelajaran adalah sebagai pengelola pembelajaran. Dalam pelaksanaan peran tersebut diantaranya guru berfungsi sebagai penyampai informasi. Agar guru dapat melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik, maka guru harus memiliki kemampuan untuk berbicara serta berkomunikasi, menggunakan berbagai media seperti, OHP, LCD, papan tulis dan lain sebagainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lalu bagaimana implikasi media yang anda sebutkan dalam pembelajaran kimia??

      Hapus
  5. Dengan memandang aspek pengembangan kurikulum sebagai satu program tersendiri dalam program sekolah maka semua fungsi manajerial akan diterapkan didalamnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf dan control kurikulum.
    3. Mekanisme Pengembangan Kurikulum
    Tahap 1 : studi kelayakan dan kebutuhan
    Tahap 2 : penyusunan konsep awal perencanaan kurikulum
    Tahap 3 : pengembangan rencana
    Tahap 4 : pelaksanaan uji coba kurikulum di lapangan
    Tahap 5 : pelaksanaan kurikulum
    Tahap 6 : pelaksanaan penilaian dan pemantauan kurikulum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kita berkaca kepada apa yang kita hadapi pada saat ini dimana masih banyak guru yang kurang dalam menejemen pwmbelajaran bagaimana tanggapan anda??

      Hapus
  6. Selamat siang saya akan menjawab permasalahan anda. Pengembangan manajemen pembelajaran

    Selama ini, berbagai macam pengembangan dan pelatihan telah dilakukan dalam rangka peningkatan mutu dalam hal kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi perlu diingat bahwa diperlukan pengelolaan sekolah yang baik untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar
    mengajar di suatu sekolah. Pelatihan ini dirancang sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan kemampuan manajerial bagi para guru dan pengelola sekolah. Diharapkan sekolah dapat mengoptimalkan sumberdaya internal untuk mendukung kelancaran pelaksanaanmanajemen.

    Pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi para guru terutama pengelola sekolah untuk mengetahui berbagai strategi yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di masing-masing sekolah. Strategi yang akan dibahas mencakup meningkatkan partisipasi orangtua, komite sekolah, masyarakat dalam rangka pengembangan pendidikan dan mengembangkan program kemitraan dengan pemerintah dan instansi lain yang relevan dalam rangka pemberdayaan sumber-sumber untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Diharapkan pelatihan ini akan menumbuhkan kemandirian, motivasi dan inisiatif guru dan pengelola sekolah dalam rangka efisiensi penyelenggaraan pendidikan di masing-masing sekolahnya.

    BalasHapus
  7. baik lah saya mencoba membahas pembahasan anda , dan saya juga setuju dengan fania,jika dilihat berdasarkan literatur roses belajar mengajar perlu direncanakan agar dalam pelaksanaannya pembelajaran berlangsung dengan baik dan dapat mencapai hasil yang diharapkan. Setiap perencanaan selalu berkenaan dengan pemikiran tentang apa yang akan dilakukan. Perencanaan program belajar mengajar memperkirakan mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada waktu melaksanakan pembelajaran.

    BalasHapus
  8. Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda.
    Pengembangan strategi pembelajaran menunjuk upaya men-gimplementasikan suatu rencana yang telah disusun. Pengembangan strategi dimaksudkan untuk memberi "nyawa" terhadap interaksi seluruh komponen proses kegiatan dalam iklim pendidikan orang dewasa (andragogis). Ini berarti bahwa pengembangan strategi pembelajaran merupakan taktik yang digunakan tutor agar dapat memfasilitasi warga belajar dalam mencapai tujuan belajar dengan efektif dan efisien.
    Dalam prakteknya, pengembangan strategi ini harus mempertimbangkan prosedur, langkah-langkah, dan cara-cara mengorganisir kegiatan warga belajar. Tahapan pembelajaran berkenaan dengan langkah-langkah kegiatan tutor, mulai tahap awal sampai tahap penilaian serta tindak lanjut. Sedangkan model-model pembelajaran berkenaan dengan cara-cara tutor mengembangkan kegiatan warga belajar sehubungan dengan bahan yang harus dipelajarinya.

    BalasHapus
  9. baik saya akan menjawab permasalahan yang anda buat,

    Berkaitan dengan ini Mulyasa (2004:80), mengemukakan pengembangan persiapan mengajar harus memperhatikan minat dan perhatian peserta didik terhadap materi yang dijadikan bahan kajian. Dalam hal ini peran guru bukan hanya sebagai transformator, tetapi harus berperan sebagai motivator yang dapat membangkitkan gairah belajar, serta mendorong siswa untuk belajar dengan menggunakan berbagai variasi media, dan sumber belajar yang sesuai serta menunjang pembentukan kompetensi. Berkenaan dengan hal ini tersebut. Mulyasa (2004:80), mengemukakan beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengembangkan persiapan mengajar.
    Proses manajemen media pembelajaran meliputi:
    a. Pengadaan, Sebelum mengadakan/mengembangkan media maka langkah yang pertama adalah mengidentifikasi kebutuhan peserta didik.
    b. Pemanfaatan, Pemanfaatan media oleh guru harus selalu dimulai dari perencaanaan dengan mengidentifikasi karakteristik media, karakteristik siswa dan karakteristik materi yang akan diajarkan.
    c. Pemeliharaan, Media pembelajaran yang berupa peralatan perlu mendapatkan perwatan secara berkala untuk menjamin agar media tersebut siap digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan dan agar tahan lebih lama.

    BalasHapus
  10. Pengembangan media sangat penting artinya untuk mengatasi kekurangan dan keterbatasan media yang ada. Disamping itu, media yang dikembangkan sendiri oleh guru dapat menghindari dari ketidaktepatan (mismatch) karena dirancang sesuai dengan kebutuhan, potensi sumber daya dan lingkungan masing-masing. Lebih dari itu juga dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan inovasi bagi para guru sehingga dihasilkan pendidik yang professional.Agar dapat dimanfaatkan dengan optimal maka media pembelajaran harus di manajemen sehingga media yang belum ada dapat diusahakan pengadaannya, media yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan dengan optimal, dan dipelihara serta dilakukan perawatan dan memiliki petugas khusus yang mengelola media sehingga jika sewaktu-waktu media tersebut dibutuhkan, media siap untuk digunakan sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran.

    BalasHapus
  11. Pengembangan media sangat penting artinya untuk mengatasi kekurangan dan keterbatasan media yang ada. Disamping itu, media yang dikembangkan sendiri oleh guru dapat menghindari dari ketidaktepatan (mismatch) karena dirancang sesuai dengan kebutuhan, potensi sumber daya dan lingkungan masing-masing. Lebih dari itu juga dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan inovasi bagi para guru sehingga dihasilkan pendidik yang professional.Agar dapat dimanfaatkan dengan optimal maka media pembelajaran harus di manajemen sehingga media yang belum ada dapat diusahakan pengadaannya, media yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan dengan optimal, dan dipelihara serta dilakukan perawatan dan memiliki petugas khusus yang mengelola media sehingga jika sewaktu-waktu media tersebut dibutuhkan, media siap untuk digunakan sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran.

    BalasHapus
  12. Agar dapat dimanfaatkan dengan optimal maka media pembelajaran harus di manajemen sehingga media yang belum ada dapat diusahakan pengadaannya, media yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan dengan optimal, dan dipelihara serta dilakukan perawatan dan memiliki petugas khusus yang mengelola media sehingga jika sewaktu-waktu media tersebut dibutuhkan, media siap untuk digunakan sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran.
    Proses manajemen media pembelajaran meliputi:
    a. Pengadaan, Sebelum mengadakan/mengembangkan media maka langkah yang pertama adalah mengidentifikasi kebutuhan peserta didik.
    b. Pemanfaatan, Pemanfaatan media oleh guru harus selalu dimulai dari perencaanaan dengan mengidentifikasi karakteristik media, karakteristik siswa dan karakteristik materi yang akan diajarkan.
    c. Pemeliharaan, Media pembelajaran yang berupa peralatan perlu mendapatkan perwatan secara berkala untuk menjamin agar media tersebut siap digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan dan agar tahan lebih lama.

    BalasHapus
  13. Menurut saya, praktek manajemen menunjukkan bahwa fungsi atau kegiatan manajemen seperti planing, organizing, actuating, dan controling secara langsung atau tidak langsung selalu bersangkutan dengan unsure manusia, planning dalam manajemen adalah ciptaan manusia, organizing selain mengatur unsure manusia, actuating adalah proses menggerakkan manusia-manusia anggota organisasi, sedang controlling diadakan agar pelaksanaan manajemen (manusia-manusia)selalu dapat meningkatkan hasilnya. Dari fakta di atas dapatlah dibenarkan

    bahwa pendapat yang menyatakan sukses tidaknya suatu organisasi untuk bagian yang besar tergantung kepada orang-orang yang menjadi anggotanya. Betapa pun sempurnanya rencana-rencana, organisasi dan pengawasan penelitiannya, bila orang-orang tidak mau melekukan pekerjaan yang diwajibkan atau bila mereka tidak dapat menjalankan tugas yang diwajibkan kepadanya tidak akan diperoleh hasil yang sesuai atau optimal.

    BalasHapus
  14. Saya akan menambahkan jawaban dari permasalahan anda a. Pengadaan
    Sebekum mengadakan/mengembangkan media maka langkah yang pertama adalah mengidentifikasi kebutuhan peserta didik. Selanjutnya dari identifikasi yang dilaksanakan disusun urutan prioritas pengadaan media yang dibutuhkan mulai dari yang sangat mendesak untuk diadakan dan seterusnya. Pengadaan media juga harus disesuaikan dengan potensi yang dimiliki sekolah menyangkut pendanaan, selanjutnya dapat diusahakan dengan cara mengajukan permohonan bantuan pengadaan media dari pihak terkait dan institusi lain yag tidak mengikat. Jika media yang diperlukan tersebut dapat terbuat dari bahan-bahan yang sederhana dan terdapat di lingkungan sekolah serta dapat diusahakan sendiri maka guru dapat membuat sendiri media tersebut. Selanjutnya secara berkala selalu dilakukan pengontrolan untuk mengevaluasi apakah media yang ada sudah cukup atau masih perlu pengadaan.

    b. Pemanfaatan
    Pemanfaatan media oleh guru adalah dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan media oleh guru harus selalu dimulai dari perencaanaan dengan mengidentifikasi karakteristik media, karakteristik siswa dan karakteristik materi yang akan diajarkan. Selanjutnya dipilih media yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Keterampilan guru dalam menggunakan media sangatlah dibutuhkan. Perlu pula diantisipasi berbagai kemungkinan yang timbul saat menggunakan media dalam pembelajaran, sehingga andaipun terdapat gangguan, kegiatan pembelajaran tetap dapat dilaksanakan dengan tidak mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran.
    Setelah pembelajaran dilaksanakan perlu dievaluasi apakah pemilihan medianya sudah tepat dan apakah media tersebut efektif dan pemanfaatannya sudah benar dan apakah dengan menggunakan media tersebut pembelajaran menjadi lebih efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran dan seterusnya. Sekolah agar memfasilitasi agar guru dapat menggunakan media dengan baik dan benar, upaya yang dapat dilakukan sekolah antara lain dengan mengadakan pelatihan dan menyediak sumber bacaan yang berhubungan dengan media pembelajaran yang dimiliki sekolah.
    Dalam menggunakan media pembelajaran agar tujuan berhasil dengan baik ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan:
    1) menentukan jenis media yang tepat, sebaiknya guru memilih terlebih dahulu media manakah yang sesuai tujuan pembelajaran dan bahan pembelajaran yang akan diajarkan,
    2) Menetapkan atau memperhitungkan subjek, artinya apakah penggunaan media itu sudah sesuai dengan tingkat perkembangan atau tingkat kematangan peserta didik,
    3) menyajikan media dengan tepat artinya teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan, bahan, metode, sarana atau waktu dan sarana yang ada.,
    4) Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat, dan situasi yang tepat.

    c. Pemeliharaan
    Media pembelajaran yang berupa peralatan perlu mendapatkan perwatan secara berkala untuk menjamin agar media tersebut siap digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan dan agar tahan lebih lama. Untuk itu diperlukan petugas yang bertanggung jawab atas perawatan media yang dimiliki sekolah. Guru mata pelajaran dapat ditunjuk untuk keperluan tersebut dengan demikian guru mata pelajaran akan bertanggung jawab terhadap media yang berhubungan dengan mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.

    BalasHapus
  15. Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.

    BalasHapus
  16. Cara manajemen pengembangan pembelajaran yaitu dengan menganalisis kurikulum, mendesain pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan evaluasi.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGEMBANGAN E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

Teori Pemrosesan Informasi Berbantuan Media ( Menurut Gagne Dan Atkinson )

Multimedia pembelajaran kimia hasil pengembangan